BPJS Kesehatan Menunggak, RSUD di Jawa Barat Boleh Pinjam ke Bank | Liputan 24 Jawa Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

BPJS Kesehatan Menunggak, RSUD di Jawa Barat Boleh Pinjam ke Bank

Posted by On 4:04 AM

BPJS Kesehatan Menunggak, RSUD di Jawa Barat Boleh Pinjam ke Bank

BPJS Kesehatan Menunggak, RSUD di Jawa Barat Boleh Pinjam ke Bank Reporter:

Ahmad Fikri (Kontributor)

Editor:

Kodrat Setiawan

Jumat, 14 September 2018 15:33 WIB
Defisit, BPJS Kesehatan Korbankan Aset dan Laba

Defisit, BPJS Kesehatan Korbankan Aset dan Laba

TEMPO.CO, Bandung - Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan pemerintah provinsi tengah menyiapkan aturan untuk membolehkan rumah sakit umum daerah (RSUD), yang meng alami keterlambatan pembayaran tagihan oleh BPJS Kesehatan, meminjam uang ke bank.

Baca juga: BPJS Tak Bayar Klaim 3 Penyakit, Menkes Minta Aturan Dicabut

“Perlu dibuatkan semacam kepgub (keputusan gubernur) atau pergub (peraturan gubernur) supaya nanti pinjaman bisa dilakukan ke Bank BJB sehingga pembayarannya aman,” katanya di Bandung, Jumat, 14 September 2018.

Iwa mengatakan rumah sakit milik provinsi, misalnya RSUD Al-Ihsan, kini operasionalnya terancam gara-gara arus kas keuangannya terganggu akibat keterlambatan pembayaran tagihan oleh BPJS Kesehatan. Menurut Iwa, keterlambatan pembayaran tersebut membuat cash flow rumah sakit terganggu. Padahal pelayanan rumah sakit harus tetap jalan.

Iwa melanjutkan, pembelian obat habis pakai, misalnya, sudah terkendala akibat keterlambatan pembayaran tagihan BPJS Kesehatan tersebut. Pemerintah provinsi memutuskan membolehkan mencari pinjaman via bank untuk mengantisipasi kesulitan rumah sakit tersebut.

“Dalam rapat diputuskan untuk BLUD Rumah Sakit Al-Ihsan bisa diperkenankan pinjam pada Bank BJB sebagai bridging supaya pelayanan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Bank BJB, bank dengan saham mayoritas milik pemerintah, sudah diminta untuk bisa memberikan pinjaman dengan bunga ringan. “Bunganya mungkin sekian persen (lebih rendah) dari bunga deposito karena tentu Bank BJB juga harus untung. Dia juga punya biaya, jangan sampai di bawah cost of fund dia, tapi di bawah harga rata-rata pasar,” ucap Iwa.

Iwa tidak merinci bunga pinjaman yang bisa diperoleh RSUD. Menurut Iwa, BJB sudah dikoordinasikan, dan pada prinsipnya mereka siap.

Soal besaran pinjamannya diproyeksikan cukup untuk menalangi operasional rumah sakit selama 2-3 bulan. “Untuk RS Al-Ihsan, kalau untuk nyaman untuk waktu 2-3 bulan, itu sekitar Rp 50 miliaran,” tutur Iwa.

Iwa meminta semua kabup aten/kota yang memiliki RSUD melakukan hal serupa dengan memanfaatkan dana pinjaman via bank. “Sebaiknya melakukan hal yang sama agar proses pelayanan pada masyarakat tidak tertunda. Namanya penyakit, pertolongan pada masyarakat perlu segera. Silakan sesuai ketentuan yang berlaku, dimungkinkan BLUD untuk pinjam ke bank. Salah satunya Bank BJB. Saya kira BJB akan memberikan tingkat suku bunga yang relatif wajar dan bisa terjangkau,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan RSUD Al-Ihsan melaporkan menunggu pembayaran tagihan dari BPJS Kesehatan setara Rp 72 miliar. “Kita sudah melaksanakan layanan senilai harga itu. Cuma yang sudah diverifikasi dan sudah jatuh tempo sekitar Rp 28 miliar, yang sudah dibayarkan (BPJS Kesehatan) kurang-lebih Rp 13 miliar,” ujarnya di Bandung, Jumat, 14 September 2018.

Dodo mengklaim operasional RSUD Al-Ihsan masih bisa berjalan. “Tapi itu tadi, sudah sesak napas,” ucapnya.

Menurut Dodo, mayorit as pasien yang dilayani RSUD Al-Ihsan merupakan pasien dalam tanggungan BPJS Kesehatan. Sebulannya biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk pengelolaan rumah sakit itu menembus Rp 15 miliar. “Setahun sekitar Rp 180 miliar. Dari jumlah itu, 80 persennya dari BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Dodo mengatakan keluhan serupa juga dilaporkan semua daerah yang memiliki RSUD. Sebagian sudah lebih dulu mencari dana talangan lewat pinjaman via bank. Sejumlah bank pelat merah telah memberikan pinjaman. Namun dia tidak merincinya.

“Informasi yang diterima sudah ada yang pinjam. Tentu yang penting bunga pinjamannya itu sesuai atau di bawah dana kompensasi keterlambatan pembayaran oleh BPJS Kesehatan agar tidak menjadi beban,” katanya.

Sepanjang 2017, BPJS Kesehatan mencatatkan defisit keuangan hingga Rp 9,75 triliun lantaran jumlah klaim tembus melampaui pendapatan dari iuran peserta. Sebelumnya, Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaifuddi n mengatakan peluncuran sistem rujukan online adalah salah satu upaya lembaganya untuk menekan angka defisit keuangan.

Lihat Juga

Terkait
  • Pesan untuk Ridwan Kamil Jika Ingin Membuat Cantik Kalimalang

    Pesan untuk Ridwan Kamil Jika Ingin Membuat Cantik Kalimalang

    3 jam lalu
  • BPJS Kesehatan Telat Bayar Tagihan, Waspadai Muncul Obat Palsu

    BPJS Kesehatan Telat Bayar Tagihan, Waspadai Muncul Obat Palsu

    23 jam lalu
  • BPJS Kesehatan Telat Bayar Tagihan, Pelayanan RSUD Terganggu

    BPJS Kesehatan Telat Bayar Tagihan, Pelayanan RSUD Terganggu

    1 hari lalu
  • BPJS Kesehatan Telat Bayar, Delapan RSUD Cari Utang ke Bank DKI

    BPJS Kesehatan Telat Bayar, Delapan RSUD Cari Utang ke Bank DKI

    1 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Penjualan Rokok Turun 5,5 Persen, 271 Miliar Batang Terjual

    Penjualan Rokok Turun 5,5 Persen, 271 Miliar Batang Terjual

    1 jam lalu
  • BPJS Kesehatan Menunggak, RSUD di Jawa Barat Boleh Pinjam ke Bank

    BPJS Kesehatan Menunggak, RSUD di Jawa Barat Boleh Pinjam ke Bank

    1 jam lalu
  • Indomie Kuasai 95 Persen Pasar Mie Instan di Arab Saudi

    Indomie Kuasai 95 Persen Pasar Mie Instan di Arab Saudi

    3 jam lalu
  • Pengamat Ingatkan Pemerintah Bahaya Tak Naikkan Harga BBM

    Pengamat Ingatkan Pemerintah Bahaya Tak Naikkan Harga BBM

    4 jam lalu
  • Foto
  • Jokowi Hadiri Peluncuran Go-Viet Kolaborasi dengan Go-Jek

    Jokowi Hadiri Peluncuran Go-Viet Kolaborasi dengan Go-Jek

    1 hari lalu
  • Rupiah Melemah, Industri Tempe Terima Imbasnya

    Rupiah Melemah, Industri Tempe Terima Imbasnya

    7 hari lalu
  • Aksi Para Direktur Layani Konsumen di Hari Pelanggan Nasional

    Aksi Para Direktur Layani Konsumen di Hari Pelanggan Nasional

    10 hari lalu
  • Gaya Bos Pertamina 'Jualan' BBM Baru di Hari Pelanggan Nasional

    Gaya Bos Pertamina 'Jualan' BBM Baru di Hari Pelanggan Nasional

    10 hari lalu
  • Video
  • Joko Widodo dan Nadiem Makarim Hadiri Peluncuran Go-Viet

    Joko Widodo dan Nadiem Makarim Hadiri Peluncuran Go-Viet

    1 hari lalu
  • LPS Naikkan Bunga Pinjaman

    LPS Naikkan Bunga Pinjaman

    1 hari lalu
  • Perang Dagang Cina-AS Berpengaruh pada Bisnis Thailand

    Perang Dagang Cina-AS Berpengaruh pada Bisnis Thailand

    2 hari lalu
  • Oke Oce Luncurkan Situs Belanja UKM

    Oke Oce Luncurkan Situs Belanja UKM

    2 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Ridwan Kamil Tawarkan Adhi Karya Proyek Infrastruktur Skema KPBU

  • 2

    Indomie Kuasai 95 Persen Pasar Mie Instan di Arab Saudi

  • 3

    Jasa Marga Urai Kepadatan di Ruas Tol Bandara Soekarno - Hatta

  • 4

    Jokowi Jawab Soal Iklannya di Bioskop: Masak Disuruh Diam

  • 5

    Rupiah Terapresiasi ke Rp 14.792 per Dolar AS Sore Ini

  • Fokus
  • Pembangunan Kampung Susun Bukit Duri Ditunda karena Masalah Lahan

    Pembangunan Kampung Susun Bukit Duri Ditunda karena Masalah Lahan

  • Lawatan Jokowi, RI Banjir Investasi Korea Selatan dan Vietnam

    Lawatan Jokowi, RI Banjir Investasi Korea Selatan dan Vietnam

  • Tiga Tantangan Direksi Garuda Indonesia yang Baru

    Tiga Tantangan Direksi Garuda Indonesia yang Baru

  • Rezim Hun Sen Bebaskan Oposisi Kem Sokha, Jadi Tahanan    Rumah

    Rezim Hun Sen Bebaskan Oposisi Kem Sokha, Jadi Tahanan Rumah

  • Terkini
  • Penjualan Rokok Turun 5,5 Persen, 271 Miliar Batang Terjual

    Penjualan Rokok Turun 5,5 Persen, 271 Miliar Batang Terjual

    1 jam lalu
  • Ini Tahapan Tata Cara Pendaftaran CPNS SScn.bkn.go.id

    Ini Tahapan Tata Cara Pendaftaran CPNS SScn.bkn.go.id

    1 jam lalu
  • Kisah Awal Mula Sungai Cheong   gyecheon, dari Kumuh Menjadi Bening

    Kisah Awal Mula Sungai Cheonggyecheon, dari Kumuh Menjadi Bening

    2 jam lalu
  • BPJS Kesehatan Menunggak, RSUD di Jawa Barat Boleh Pinjam ke Bank

    BPJS Kesehatan Menunggak, RSUD di Jawa Barat Boleh Pinjam ke Bank

    2 jam lalu
  • Menteri Pertanian: Produksi Beras pada Musim Kemarau Tidak Turun

    Menteri Pertanian: Produksi Beras pada Musim Kemarau Tidak Turun

    2 jam lalu
  • Frontier dan Tempo Gelar Pengharg   aan Daerah Terbaik Investasi

    Frontier dan Tempo Gelar Penghargaan Daerah Terbaik Investasi

    3 jam lalu
  • Tempo Inti Media dan Kalbe Farma Gelar KJSA Award 2018

    Tempo Inti Media dan Kalbe Farma Gelar KJSA Award 2018

    3 jam lalu
  • Jokowi Jawab Soal Iklannya di Bioskop: Masak Disuruh Diam

    Jokowi Jawab Soal Iklannya di Bioskop: Masak Disuruh Diam

    3 jam lalu
  • Alasan Indomie Kuasai Pasar Mi Instan di Arab Saudi

    Alasan Indomie Kuasai Pasar Mi Instan di Arab Saudi

    3 jam lalu
  • Agar Seindah Sungai Cheyonggyecheon, PU Siapkan Program Restorasi

    Agar Seindah Sungai Cheyonggyecheon, PU Siapkan Program Restorasi

    3 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri, Taring Timnas U0-16 di Piala AFC

    Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri, pencetak gol terbanyak AFF U-16 pada Agustus 2018, sudah menunjukkan taringnya saat pertandingan pemanasan Piala AFC.

    Sumber: Berita Jawa Barat

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »