Jawa Barat Yakin Produksi Padi Tercapai Meski Kekeringan | Liputan 24 Jawa Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Jawa Barat Yakin Produksi Padi Tercapai Meski Kekeringan

Posted by On 7:21 AM

Jawa Barat Yakin Produksi Padi Tercapai Meski Kekeringan

Jawa Barat Yakin Produksi Padi Tercapai Meski Kekeringan Reporter:

Ahmad Fikri (Kontributor)

Editor:

Kodrat Setiawan

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:58 WIB
Ilustrasi kekeringan. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Ilustrasi kekeringan. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Hendy Jatnika optimis dampak kekeringan belum berpengaruh pada target produksi padi Jawa Barat. “Target Jawa Ba rat sekarang sekitar 12,5 juta ton gabah kering giling,” kata dia pada Tempo, di Bandung, Jumat, 17 Agustus 2018.

Baca juga: Kritik Impor Beras, Dirjen Pangan Berkukuh Produksi Padi Cukup

Data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura per tanggal 15 Agustus 2018 mendapati 13.173 hektare sawah di Jawa Barat terkena dampak kekeringan. Rinciannya untuk terkena dampak ringan 5.338 hektare, sedang 3.059 hektare, serta berat 3.001 hektare. Sedangkan sawah yang telah puso 1.775 hektare.

Hendy mengatakan, luas sawah terkena dampak kekeringan terhitung kecil dibanding seluruh tegakan tanaman padi Jawa Barat yang mencapai 630 ribu hektare. “Ada seribu sekian puso, kalau dibandingkan dengan standing-crop, tanaman yang ada di lapangan, presentasenya kecil. Tidak akan mengganggu target produksi Jabar,” kata dia.

Dia mengklaim, perhitungan target produksi tersebut sudah mengkalkulasi resiko gagal panen akibat kemarau. “Sejak awal sudah memperhitung kan pasti ada daerah yang pada saat sekarang menurun (produksinya). Sekarang pun panen masih ada, dan masih ada yang tanam, tapi tidak banyak,” kata Hendy.

Hendy mengatakan, target produksi padi tahun ini juga relatif sama dengan realisasi produksi padi 2017. Tahun lalu realisasi produksi mencapai 12,51 juta ton gabah kering giling.

Menurut Hendy, pemerintah Jawa Barat mempertahankan angka produksi padi agar tidak sampai menembus angka psikologis 11 juta ton gabah kering giling setahun. “Itu angka normal dengan memperhitungkan berbagai kendala, situasi yang ada. Angka yang diharapkan tidak kurang dari 11 juta ton. Kita ingin ada peningkatan angka produksi tapi itu untuk pengamanan pangan nasional,” kata dia.

Hendy mengatakan, produksi padi Jawa Barat masih jadi andalan untuk menyangga kebutuhan padi nasional. “Jawa Barat memberi kontribusi 18 persen pangan nasional, khususnya padi ini. Harapan kita di tahun ini 12 juta ton gabah kering giling, kita da pat,” kata dia.

Hendy mengatakan, saat ini masuk Musim Tanam (MT) 3 yang jatuh berbarengan dengan musim kemarau di Jawa Barat. Musim kemarau di mulai akhir Juni dan berakhir September. “Agustus justru puncak kemarau. Mudah-mudahan kemarau normal, sehingga Oktober mulai ada hujan. Dan November petani sudah mulai tanam lagi,” kata dia.

Hendy mengatakan, informasi terbaru BMKG masih memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung normal. “Tahun ini prediksinya normal,” kata dia.

Kendati demikian, BMKG memperingatkan kemungkinan dampak El-Nino ringan justru kemungkinan akan terjadi tahun depan. “Kita khawatiri dampak El-Nino seperti tahun 2015, yang ada kemarau panjang, sampai baru hujan pada Desember,” kata Hendy.

Hendy berharap prediksi kemarau tahun ini tidak bergeser. “Mudah-mudahan kemaraunya tahun ini sama dengan tahun lalu, sehingga awal tanam bisa dilakukan di bulan Oktober-November,” kata dia.

Harga padi panen dari tangan petani pun tahun ini masih relatif normal. “Harga padi di lapangan berkisar Rp 42 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogram. Mudah-mudahan harganya tidak turun. Kasihan petani,” kata Hendy.

Lihat Juga


Terkait
  • Rehabilitasi Jaringan Irigasi Jatigede Perparah Dampak Kekeringan

    Rehabilitasi Jaringan Irigasi Jatigede Perparah Dampak Kekeringan

    1 hari lalu
  • Kekeringan, Di Jawa Barat 1.775 Hektare Sawah Dilanda Puso

    Kekeringan, Di Jawa Barat 1.775 Hektare Sawah Dilanda Puso

    1 hari lalu
  • Tol Cigatas Bakal Diperpanjang hingga Cilacap

    Tol Cigatas Bakal Diperpanjang hingga Cilacap

    2 hari lalu
  • Kemarau Panjang Bikin Banyak Warga Desa    Ini Menganggur

    Kemarau Panjang Bikin Banyak Warga Desa Ini Menganggur

    3 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Pemerintah Bakal Tarik Utang Rp 359,3 Triliun pada 2019

    Pemerintah Bakal Tarik Utang Rp 359,3 Triliun pada 2019

    1 hari lalu
  • Upacara 17 Agustus, Menpan RB Minta Jajarannya Smart dan Lincah

    Upacara 17 Agustus, Menpan RB Minta Jajarannya Smart dan Lincah

    1 hari lalu
  • Jokowi Janji Gaji PNS 2019 Naik, Prabowo: Pikirkan Rakyat Miskin

    Jokowi Janji Gaji PNS 2019 Naik, Prabowo: Pikirkan Rakyat Miskin

    1 hari lalu
  • Menteri BUMN: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jalan Terus

    Menteri BUMN: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jalan Terus

    1 hari lalu
  • Foto
  • Bank Indonesia Naikkan BI 7 DRR Jadi 5,5 Persen

    Bank Indonesia Naikkan BI 7 DRR Jadi 5,5 Persen

    3 hari lalu
  • Ustadz Yusuf Mansur Beli 5 Persen Saham Tempo.co

    Ustadz Yusuf Mansur Beli 5 Persen Saham Tempo.co

    10 hari lalu
  • Presiden Jokowi Buka Rakornas Pengendalian Inflasi 2018

    Presiden Jokowi Buka Rakornas Pengendalian Inflasi 2018

    23 hari lalu
  • Anak Down Syndrome Ini Dirikan Perusahaan John Crazy Socks

    Anak Down Syndrome Ini Dirikan Perusahaan John Crazy Socks

    25 hari lalu
  • Video
  • Produksi Rokok Elektrik Cina Tidak Terpengaruh Tarif AS

    Produksi Rokok Elektrik Cina Tidak Terpengaruh Tarif AS

    4 hari lalu
  • Pertamina Pasang Sensor di Ujung Keran Bensin SPBU

    Pertamina Pasang Sensor di Ujung Keran Bensin SPBU

    4 hari lalu
  • Perkembangan Fintech Indonesia

    Perkembangan Fintech Indonesia

    10 hari lalu
  • Rp 511 Miliar Barang Milik Negara Eks Pertamina Dihibahkan

    Rp 5 11 Miliar Barang Milik Negara Eks Pertamina Dihibahkan

    11 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Saingi Gojek dan Grab, Anterin Gandeng TVS Motor untuk Ojek

  • 2

    Kenaikan Gaji PNS di 2019, Indef: Terlalu Populis

  • 3

    Respons Bukit Asam Setelah Jokowi Minta BUMN Kurangi Impor

  • 4

    Kenaikan Gaji PNS: Jokowi Pertama Kali, SBY Tiap Tahun

  • 5

    Efek Pemanjat Tiang Bendera, SMP 1 Silawan Dapat Internet Cepat

  • Fokus
  • Pembukaan Asian Games 2018, DKI Rampungkan 5 dari 6 Tugasnya

    Pembukaan Asian Games 2018, DKI Rampungkan 5 dari 6 Tugasnya

  • Maju Mundur Kenaikan Tarif Rusunawa Jakarta

    Maju Mundur Kenaikan Tarif Rusunawa Jakarta

  • Tekan Defisit RAPBN 2019, Jokowi Targetkan Pangkas Utang

    Tekan Defisit RAPBN 2019, Jokowi Targetkan Pangkas Utang

  • Target Investasi Terancam Pelemahan Rupiah

    Target Investasi Terancam Pelemahan Rupiah

  • Terkini
  • Menhub Budi Karya Sumadi: Skema KPBU Tekan APBN hingga Rp 1 T

    Menhub Budi Karya Sumadi: Skema KPBU Tekan APBN hingga Rp 1 T

    3 jam lalu
  • OLX Gandeng BeliMobilGue untuk Perkuat Posisi Pemimpin Pasar

    OLX Gandeng BeliMobilGue untuk Perkuat Posisi Pemimpin Pasar

    4 jam lalu
  • Efek Pemanjat Tiang Bendera, SMP 1 Silawan Dapat Internet Cepat

    Efek Pemanjat Tiang Bendera, SMP 1 Silawan Dapat Internet Cepat

    5 jam lalu
  • Kenaikan Gaji PNS: Jokowi Pertama Kali, SBY Tiap Tahun

    Kenaikan Gaji PNS: Jokowi Pertama Kali, SBY Tiap Tahun

    5 jam lalu
  • Gubernur Soekarwo Yakin Aset Bank Jatim Rp 100 Triliun

    Gubernur Soekarwo Yakin Aset Bank Jatim Rp 100 Triliun

    6 jam lalu
  • Iklan Produk Kriya Indonesia Mejeng di Times Square New York

    Iklan Produk Kriya Indonesia Mejeng di Times Square New York

    7 jam lalu
  • Rini Soemarno: Rusun Akan Dibangun Dekat Stasiun Bogor

    Rini Soemarno: Rusun Akan Dibangun Dekat Stasiun Bogor

    7 jam lalu
  • Menteri Rini Soemarno Ingin Revitalisasi Stasiun Bogor Tahun Ini

    Menteri Rini Soemarno Ingin Revitalisasi Stasiun Bogor Tahun Ini

    7 jam lalu
  • Jadi Putra PLN, Bocah Pemanjat Tiang Bendera Dapat Beasiswa

    Jadi Putra PLN, Bocah Pemanjat Tiang Bendera Dapat Beasiswa

    8 jam lalu
  • Respons Bukit Asam Setelah Jokowi Minta BUMN Kurangi Impor

    Respons Bukit Asam Setelah Jokowi Minta BUMN Kurangi Impor

    8 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.

    Sumber: Berita Jawa Barat

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »