BPS Perkirakan Ekonomi Konsumen Jawa Barat Menurun, Terendah Sejak 2013 | Liputan 24 Jawa Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

BPS Perkirakan Ekonomi Konsumen Jawa Barat Menurun, Terendah Sejak 2013

Posted by On 2:30 PM

BPS Perkirakan Ekonomi Konsumen Jawa Barat Menurun, Terendah Sejak 2013

BPS Perkirakan Ekonomi Konsumen Jawa Barat Menurun, Terendah Sejak 2013

Arif Budianto

loading...
BPS Perkirakan Ekonomi Konsumen Jawa Barat Menurun, Terendah Sejak 2013
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A+ A- BANDUNG - Kondisi konsumen di Jawa Barat pada kuartal III 2018 diperkirakan bakal turun dari periode sebelumnya. Tidak adanya bonus atau gaji pada periode ini menjadi salah satu penyebab konsumen lebih pesimistis.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat memperkirakan, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) warga Jabar pada periode Juli-September 2018 sebesar 95,0 8. Artinya, kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan menurun dari kuartal sebelumnya sebesar 126,34.
"Optimisme konsumen diperkirakan turun karena bonus dan gaji 13 dan 14 PNS sudah lewat, semua sudah dibayar. Sehingga mereka pesimistis," kata Kepala BPS Jabar Doddy Erlando di Kantor BPS, Jalan PH Mustopa, Kota Bandung, Senin (6/8/2018).
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analis Statistik BPS Jabar Noneng Komara Nengsih menyebut, turunnya optimisme konsumen karena turunnya perkiraan pendapatan rumah tangga pada periode ini. Rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi, pesta dan hajatan, diprediksi menurun dengan indeks sebesar 93,65.
Bila perkiraan BPS tepat, maka optimisme konsumen Jabar pada periode ini tercatat bakal terendah sejak tahun 2013. Sejak periode itu, optimisme konsumen rata-rata di atas 101. Optimisme konsumen terendah sebesar 101,59 tercatat terjadi pada akhir tahun 2016.
Lebih lanjut Noneng menjelaskan, pada kuartal II 2018, ITK Jabar na ik signifikan dari 102,96 di awal tahun menjadi 126,34 pada April-Juni. Naiknya ITK didorong peningkatan pendapatan rumah tangga akibat THR dan bonus. Selain itu, inflasi juga mampu ditekan. (ven)Sumber: Berita Jawa Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »