Ketua DPD Golkar Jawa Barat Sindir Elite Politik Jelang Pilpres Mirip Drama Percintaan | Liputan 24 Jawa Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Sindir Elite Politik Jelang Pilpres Mirip Drama Percintaan

Posted by On 5:09 AM

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Sindir Elite Politik Jelang Pilpres Mirip Drama Percintaan

Pilpres 2019

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Sindir Elite Politik Jelang Pilpres Mirip Drama Percintaan

"Argumentasi perdebatan harusnya berisi gagasan para pendiri bangsa Indonesia. Jadi, tidak masuk ke ranah pribadi," kata Dedi

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Sindir Elite Politik Jelang Pilpres Mirip Drama PercintaanTribunJakarta/Yusuf BachtiarCalon Wakil Gubernur Jabar nomor urut 4 Dedi Mulyadi

TRIBUNJAKARTA.COM- Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengomentari perdebatan yang terjadi menjelang Pilpres 2019.

Menurut dia, perang kata-kata melalui media sangat tidak mendi dik dan terkesan baper (bawa perasaan). Fenomena ini menurutnya sekaligus menyalahi pengamalan gagasan pendiri bangsa Indonesia.

• Lebaran Betawi di Setu Babakan, Pemerintah Siapkan Puluhan Bus Gratis, Ini Rutenya

Para tokoh pendiri bangsa selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan, bukan drama melankolis berbasis personal.

"Argumentasi perdebatan harusnya berisi gagasan para pendiri bangsa Indonesia. Jadi, tidak masuk ke ranah pribadi. Gagasan ‘founding fathers’ gak begitu kok," kata Dedi di kediamannya, di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta, Jumat (27/7/2018).

Selain itu, silang wacana mengenai pengamalan ideologi bangsa beserta program nyata untuk masyarakat jauh diperlukan.

• BMKG Ungkap Sebab Gerhana Bulan Total yang Terjadi Dini Hari Nanti Menjadi Terlama Abad ke-21

"Masuk tidaknya partai ke dalam sebuah koalisi harus diarahkan pada pertimbangan politik kenegara an dan kebangsaan. Suka atau tidak sukanya didasarkan pada program kerja masing-masing koalisi yang akan dijalankan hari ini. Jangan mengarahkan kepada nalar perasaan. Ini bisa jadi kemunduran kehidupan politik secara nasional," katanya.

Pandangan politik bernegara, menurut Dedi, tidak boleh berisi gambaran suasana kebatinan individu antar individu. Sebab, Indonesia bukan negara milik orang per orang.

"Setahu saya negara ini milik seluruh warga bangsa Indonesia. Kita harus memberikan contoh kepada masyarakat untuk melihat gambaran Indonesia masa depan. Gambaran itu tercermin dari visi kebangsaan dari masing-masing partai koalisi," tuturnya.

Fenomena saling sindir antar elite politik menurut mantan Bupati Purwakarta tersebut sudah mirip drama pencintaan.

Seharusnya, para elite menghadirkan suasana sejuk yang mencerdaskan segenap anak bangsa.

• Shakira Alami Perubahan Fisik hingga Denada Tutup Cermin Pakai Koran, Uya Kuya: S aya Tersentuh

"Publik harus tercerdaskan melalui momen Pilpres ini. Jadi, urusan perasaan tidak bolehlah dibawa ke ranah politik dan publik. Nanti malah mirip drama percintaan," katanya.

Jika kondisi ini terus berlangsung, Dedi khawatir publik akan kehilangan spirit keteladanan. Karena itu, dia mengajak semua pihak untuk menjalankan cara-cara berpolitik yang penuh keadaban.

"Kita melihatnya kan malu, ini harus disudahi. Kita bangun kembali politik beradab yang telah diajarkan pendiri bangsa. Jangan sampai politik beradab itu hilang dan publik kehilangan keteladanan. Sehingga, spirit luhur kehidupan politik kita kalah oleh politik personal," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Dedi Mulyadi Sebut Elite Politik Jelang Pilpres Mirip Drama Percintaan

Editor: Erik Sinaga Sumber: Warta Kota Ikuti kami di Video Detik-detik Kapal Tenggelam Diterjang Ombak Tinggi di Pantai Nias Sumber: Berita Jawa Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »